Video Pembelajaran Tematik Kelas I
Video pembelajaran tersebut termasuk filsafat
progresivisme karena dalam proses pembelajaran tersebut guru membuat dan
memanfaatkan media pembelajaran untuk menarik minat peserta didik dalam
belajar. Kemudian guru juga menarik perhatian peserta didik dengan menggunakan
topi dan kacamata ketika memasuki kelas dan hal tesebut dapat menimbulkan
respon dari peserta didik. Di tengah pembelajaran guru juga menggunakan
strategi bermain (Games) dimana dengan strategi tersebut membuat peserta didik
lebih tertarik dan lebih aktif dalam pembelajaran. Strategi permainanini juga
dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang sedang diajarkan oleh
gurunya. Dan terlihat sekali dalam pembelajaran tersebut peserta didik merasa
senang selama proses pembelajaran berlangsung.
Kelebihan
Guru dapat membuat peserta didik tertarik untuk
belajar dan strategi permainan tersebut dapat memudahkan peserta didik dalam
memahami materi yang sedang diajarkan. Peserta didik pun merasa sangat
menikmati dan antusias dalam proses pembelajaran.
Kekurangan
Masih terlihat peserta didik yang kurang kondusif
pada saat permainan belajar berlangsung. Ini dapat dihindari jika guru tersebut
memberi peraturan sikap pada saat permainan dilakukan jadi tidak hanya
peraturan cara melakukan permainan saja yang diberikan.
Video pembelajaran PKN Kelas IV
Video pembelajaran tersebut termasuk filsafat
progresivisme dan eksistensialisme. Progresivisme karena dalam pembelajaran
tersebut guru sudah mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan teknologi
yaitu laptop dan peserta didik diberi tugas untuk berdiskusi. Eksistensialisme
karena peserta didik diberi kebebasan dalam mengutarakan pendapatnya , dengan
begitu akan meningkatkan intelektual mereka dan pemikiran mereka lambat laun
akan bagus.
Kelebihan
Guru dapat membangun semangat peserta didik dalam
belajar dengan ice breaking menggunakan video musik dan menari. Di tengah
pembelajaran guru tersebut juga menggunakan metode diskusi, hal tersebut dapat
membuat peserta didik lebih kritis dalam berpendapat. Diakhir pembelajaran guru
memberi pertanyaan dan yang dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan benar
maka dapat pulang terlebih dahulu. Dengan adanya pertanyaan tersebut mampu
menggali kembali ingatan mereka tentang materi yang diajarkan sebelumnya.
Kekurangan
Dengan menggunakan laptop saja maka yang dapat
melihat dengan jelas hanya peserta didik yang duduk dibagian depan saja,
efeknya yang duduk dibagian belakang harus maju ke depan agar melihat lebih
jelas. Mungkin akan lebih bagus jika menggunakan proyektor dan LCD agar semua
peserta didik dapat melihat dengan jelas. Dan dalam berlangsungnya proses
diskusi masih banyak peserta didik yang kurang kondusif, seperti mengobrol
dengan temannya, tidak fokus dalam berdiskusi dan sebagainya. Hal tersebut
dapat dihindari jika guru dapat mengkondisikan peserta didik dengan mendampingi
mereka. Untuk gurunya menurut saya terlalu banyak karena yang aktif dalam
menyampaikan materi hanya dua orang saja dan satunya hanya diam, jadi dua saja
itu sudah cukup dan itupun dapat dibagi tugas misalnya ada yang bagian
menyampaikan materi dan ada yang bagian mengkondisikan kelas serta dapat
bergantian.
Ide-ide untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran
Video pembelajaran PKN Kelas IV
Dalam pembelajaran tersebut sudah bagus, mungkin
akan lebih baik lagi jika menggunakan proyektor dan LCD. Dengan hal tersebut
akan memudahkan peserta didik dalam belajar dan proses pembelajaran akan
berlangsung dengan efektif pula. Dan dalam menyampaikan pendapat dalam satu
kelompok, alangkah lebih bagus jika semua juga ikut menyampaikan pendapatnya
jadi tidak satu orang saja. Dengan begitu semuanya juga akan berpikir kritis.
Kelemahan diskusi pasti kurang kondusifnya peserta didik, nah maka dari itu
guru harus mampu mengkondisikan peserta didik agar proses diskusi dapat
berjalan dengan lancar. Dan akan lebih asyik jika beberapa waktu dari
pembelajaran di lakukan di luar kelas dengan begitu peserta didik akan melihat
realita yang sebenarnya. Misalnya peserta didik di ajak untuk keluar kelas dan
mencari contoh realita dari globalisasi di daerah sekitar sekolah.
AnalisisKegiatanPembelajarandenganPemikiranFilsafatPendidikandari Ki Hajar Dewantara, Paulo Freire, Ivan Illich, dan
Driyarkara
|
No
|
Butir-Butir Pemikiran
|
Deskripsi Kegiatan Pembelajaran dalam Tayangan Video yang Relevan & Kurang Relevan dengan Pemikiran Tsb
|
Ide-Ide Agar Pembelajaran Relevan dengan Pemikiran Tsb
|
|
Ki
Hajar Dewantara
|
|||
|
1.
|
Sistem Among atau mengasuh
|
Guru membimbing peserta didik layaknya orang tua
|
|
|
2.
|
Tut Wuri Handayani (guru diharapkan dapat memberikan dorongan moral
semangat kepada peserta didik)
|
Guru terus membimbing dalam belajar baik peserta
didik yang normal maupun yang berkebutuhan khusus
|
|
|
3.
|
Konsep kekeluargaan : pendidikan dilakukan dalam suasana kekeluargaan
|
Kelas dibuat layaknya dirumah dan guru
membimbing seperti orang tua mereka
|
|
|
4.
|
Pembelajaran problem solving
|
Peserta didik melakukan diskusi dalam
pembelajaran
|
|
|
5.
|
Konsep trisentra (keluarga, sekolah, masyarakat) semua pendidikan yang di
dapat dari asal manapun harus baik
|
Pembelajaran di dalam kelas seperti berdiskusi
dan pembelajaran diluar kelas seperti wawancara dengan pembuat batu bata
|
|
AnalisisKegiatanPembelajarandenganPemikiran
Para Ahli Pendidikan
|
No
|
Butir-ButirPemikiran
|
DeskripsiKegiatanPembelajarandalamTayangan
Video yang Relevan&KurangRelevandenganPemikiranTsb
|
Ide-Ide Agar
PembelajaranRelevandenganPemikiranTsb
|
|
Paulo
Freire
|
|||
|
1.
.
|
Menjadikan guru sebagai teman siswa
|
Disaat istirahat guru ikut rebahan bersama peserta
didik di kelas
|
|
|
2.
|
Memberikan pendidikan yang merata untuk semua kalangan masyarakat
|
Tak hanya memberi pendidikan kepada peserta didik yang
normal saja tetapi juga kepada yang berkebutuhan khusus
|
|
|
3.
|
Menghilangkan penindasan dan diganti “Humanisasi” untuk segala umat
manusia
|
Dicampurnya antara peserta didik normal dengan peserta
didik yang berkebutuhan khusus dalam satu kelas
|
|
|
4.
|
Pembelajaran problem solving
|
Peserta didik melakukan diskusi dalam pembelajaran
|
|
|
5.
|
Menghadapkan dan membuat siswa paham akan realita yang sesungguhnya
|
Peserta didik mewawancarai seorang pembuat batu bata
|
|
Analisis Kegiatan Pembelajaran
dengan Pemikiran Para Ahli Pendidikan
|
No
|
Butir-ButirPemikiran
|
DeskripsiKegiatanPembelajarandalamTayangan
Video yang Relevan&KurangRelevandenganPemikiranTsb
|
Ide-Ide Agar
PembelajaranRelevandenganPemikiranTsb
|
|
Ivan
Illich
|
|||
|
1.
|
Peringkat dan kompetensi itu merugikan
|
Dalam pendidikan tersebut tidak ada peringkat , semua
anak itu juara sesuai kemampuannya
|
|
|
2.
|
Tidak ada jarak antara pendidikan dan kehidupan
|
Pembelajaran berasa di rumah
|
|
|
3.
|
Pendidikan memberi kesempatan semua orang untuk bebas dan mudah
memperoleh sumber belajar pada setiap saat
|
Pembelajaran didalam kelas ataupun di luar kelas
(diskusi, wawancara, dll)
|
|
|
4.
|
Tujuan pendidikan adalah pengembangan diri
|
Peserta didik menjadi lebih berani untuk bertanya pada
seseorang (wawancara)
|
|
|
...
|
|
|
|
Analisis Kegiatan Pembelajaran
dengan Pemikiran Para Ahli Pendidikan
|
No
|
Butir-ButirPemikiran
|
DeskripsiKegiatanPembelajarandalamTayangan
Video yang Relevan&KurangRelevandenganPemikiranTsb
|
Ide-Ide Agar
PembelajaranRelevandenganPemikiranTsb
|
|
N.
Driyarkara
|
|||
|
1.
|
Pendidikan dan kehidupan adalah 2 konsep yang tidak
dapat dipisahkan
|
Peserta didik belajar seperti belajar di rumah sendiri
|
|
|
2.
|
Manusia sebagai makhluk yang bebas
|
Peserta didik dapat benyanyi, menari tertawa bahkan
dalam berpendapat
|
|
|
3.
|
Pendidikan nasional yang adil
|
Guru membimbing peserta didik sesuai kemampuan mereka
|
|
|
4.
|
Pendidikan yang memperlakukan siswa sebagai manusia yang bermartabat
|
Guru selalu semangat dalam membimbing peserta didiknya
|
|
|
5.
|
Pendidikan karakter menjadi penting dalam pendidikan yang tidak
diskriminatif
|
Kelas campur antara peserta didik normal dengan yang
berkebutuhan khusus
|
|
Saran
Jika saya menjadi guru dalam sekolah tersebut,
menurut saya dalam pembelajaran tersebut kurang dalam penggunaan teknologinya
jadi saya akan menambahkan penggunaan LCD dan proyektor. Dengan adanya hal
tersebut akan memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan
serta akan lebih menarik perhatian peserta didik karena pada seusia seperti
mereka masih senang menonton dan mendengarkan lagu, tidak hanya itu gunanya
teknologi tersebut juga dapat digunakan dalam awal pembelajaran misalnya
memutarkan video musik (ice Breaking), hal itu akan membuat peserta didik
semangat dalam memulai pembelajaran.
Kesimpulan
Video pembelajaran tersebut termasuk filsafat
progresivisme dan eksisitensialisme. Progresivisme karena dalam pembelajaran
tersebut peserta didik sudah ada yang diberi permasalahan untuk mereka pecahkan
atau mencari solusinya. Contoh dalam tanyangan tersebut seperti diskusi
berkelompok dan juga wawancara kepada seorang yang membuat batu bata, hal
tersebut dapat mengasah pemikiran mereka untuk lebih kritis. Eksistensialisme
karena mereka diberi kebebasan untuk merasakan pembelajaran di dalam kelas dan
pembelajaran di luar kelas, dengan begitu mereka akan mempunyai pengalaman baru
serta dapat pengetahuan yang baru.
Dilihat dari pembelajaran di sekolah tersebut
menurut saya video tersebut terdapat banyak mengikuti para ahli filsafat
pendidikan, tapi video tersebut lebih menonjol kepada pemikiran dari Ki Hajar
Dewantara dan Paulo Freire. Ki Hajar Dewantara karena dalam pembelajaran
tersebut guru membimbing peserta didik seperti layaknya orang tua, hal ini
sangat mirip dengan pemikiran Ki hajar Dewantara yaitu sistem Among atau
mengasuh dan konsep kekeluargaan. Pembelajaran tersebut juga mirip dengan
pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu Tut Wuri Handayani dimana guru terus
semangat membimbing peserta didiknya baik peserta didik yang normal maupun
peserta didik yang berkebutuhan khusus. Paulo Freire karena dalam pembelajaran
tersebut terlihat sekali guru terus mendampingi dan membimbing peserta didiknya
tanpa harus melihat kekurangan mereka dan itu mirip dengan pemikiran Paulo
freire yaitu memanusiakan manusia (Humanisasi). Dan didalam pembelajaran
tersebut terlihat bahwa peserta didik diberi permasalahan untuk mereka
selesaikan seperti diskusi dan wawancara dengan seorang pembuat batu bata, hal
ini cocok dengan pemikiran dari Paulo Freire yaitu pembelajaran problem
solving. Pembelajaran di luar kelas juga cocok sekali dengan pemikiran dari
paulo Freire yaitu menghadapkan dan membuat siswa paham akan realita
sesungguhnya. Sekolah yang menerima peserta didik yang normal dan peserta didik
yang berkebutuhan khusus itu juga cocok dengan pemikiran dari Paulo Freire
yaitu memberikan pendidikan yang merata untuk semua kalangan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar